Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Saturday, June 30, 2012

Sedekah Salim



Gradasi warna langit shubuh terlihat mengejar pagi, membawa suasana hangat bagi yang menikmatinya. Tetapi tidak dengan Salim, dia tampak terlihat murung sambil menyiapkan tas kecil yang sering dibawa untuk bepergian. Aisyah Isrinya menemani sambil membawa secangkir kopi panas dan pisang goreng hangat kesukaannya.

“Yakin sepagi ini mas? apa tidak sarapan dulu?”
“Dijalan aja makannya” jawab salim sambil menyiapkan sepatu yang akan dipakainya
“Apa harus ke Om lukman? Kita masih bisa pinjam uang di tempat lain mas?”
Salim menarik nafas panjang, tampak merasa bersalah belum bisa membahagiakan istrinya.
“maaf ya dek, tapi harus kulakukan. Cuma beliau satu-satunya saudara kita di kota ini. Aku tidak enakan sama warga, anisa juga mau masuk SD, kita juga belum melunasi kontrakan selama tiga bulan dan harus dibayar lusa.”

Wednesday, January 4, 2012

Kado terindah



Sore itu sang surya sudah tampak menggeliat menururunkan radiasi sinarnya, langit mulai menutupi jubah birunya dengan selendang emas kekuningan, udara sepoi-sepoi menemani burung-burung walet yang tampak bermain-main bergerombol dengan sesamanya seakan-akan ingin membuatku yang sedang duduk di kamar ini iri dengan keceriaannya. Aku kembali menghadap ke meja belajarku untuk merapikan buku yang tadi sedikit berantakan. Sembari kurapikan buku-buku kuletakkan juga sebuah piagam tidak resmi di dinding kamarku. Piagam yang kudapatkan setelah aku mengikuti kegiatan kemuslimahan rohani Islam di kampusku hingga aku dinobatkan sebagai peserta paling semangat dan banyak tersenyum di kegiatan yang selesai satu hari yang lalu.”Piagam yang aneh” gumanku pelan. “tapi menarik juga. Setidaknya mbak-mbak panitia sangat tahu cara mengekspresikan rasa menghargai, dan menghormati, dan menyayangi orang lain terutama adek-adek yuniornya, dan setidaknya aku dan temen-temen peserta menikmati kegiatan ini” jawabku kepada diri sendiri.

Setelah kamar terihat rapi, aku bergegas menyiapkan peralatan mandi karena jam dinding sudah menunjukkan pukul empat lebih tiga puluh menit. “ wah aku harus segera. lima belas menit lagi pasti bakal ramai” fikirku. Baru saja aku keluar kamar seorang wanita sudah terburu-buru seakaan-akan ingin mendahuluiku.

Sevilla



Bienvenido a EspaƱa!!

Akhirnya aku berada di tanah dimana Islam pernah berjaya dan memegang amanah selama 800 tahun lamanya. Tanah dimana seorang thariq bin ziyad memerintahkan pasukan untuk membakar kapalnya, dan ketika pasukannya bingung dan bertanya-tanya akan perintahnya, dengan lantang thariq bin ziyad berkata “tidak ada jalan untuk melarikan diri! Laut di belakang kalian, dan musuh di depan kalian, Demi Allah, tidak ada yang dapat kalian sekarang lakukan kecuali bersungguh-sungguh penuh keikhlasan dan kesabaran."

Thursday, May 19, 2011

Sepercik alumni SMAku

 Dibawah rimbunnya pepohonan khas Kabupatenku, diantara sahabat-sahabat yang selalu lapar akan ilmu, disebuah bangunan setinggi tiga meter yang berjajar-jajar, disinilah ternyata salah satu keping mozaikku kutemukan. Ya jalan takdir yang membawaku bertemu dengan orang-orang luar biasa. Semuanya luar biasa. Tak terkecuali bangunan pojok paling barat didekat kantin dan pohon pisang. Kelasku kawan.
Disinilah aku menemukan hangatnya persaudaraan, tulusnya rasa rasa saling berbagi, dan tentu manis pahitnya untuk sebuah cinta. (galau hohohohoho)

Tidak kawan, tidak itu yang ingin saya kenang disini, ini hanya sepotong rasa kangen untuk kawan yang sudah purna. Rasa kangen yang siapa tahu bisa kuceritakan juga untuk menidurkan cucuku kelak, atau semoga menjadi penyemangat buat pejuang-pejuang ilmu SMARANSA.

Kawan,,,ini teman seperjuanganku dulu ^_^